Loading...

Ikatan Kovalen: Pengertian, Jenis, Proses Pembentukan, Sifat dan Contoh Senyawa

Advertisement
Perhatikan gambar di bawah ini. Pada saat kita bernafas kita menghirup gas oksigen dan melepaskan gas karbon dioksida. Gas oksigen dan karbon dioksida memiliki rumus kimia O2dan CO2. Dari rumus kimia tersebut gas oksigen terbentuk dari dua atom O sedangkan gas karbon dioksida terbentuk dari satu atom C dan dua atom O.
gambar ilustrasi ikatan kovalen
Atom-atom O dan C dalam molekul O2 dan CO2 dapat saling berikatan dengan cara membentuk suatu ikatan kimia yang disebut ikatan kovalen. Lalu tahukah kalian apa itu ikatan kovalen? Untuk menjawab pertanyaan ini silahkan kalian simak baik-baik penjelasan berikut ini.

Pengertian Ikatan Kovalen
Kita tahu bahwa unsur logam memiliki keelektronegatifan yang kecil sehingga akan mudah untuk melepaskan elektron membentuk ion positif sedangkan unsur nonlogam memiliki keelektronegatifan yang besar sehingga akan mudah menarik elektron membentuk ion negatif.

Jika atom-atom pada unsur logam dengan nonlogam berikatan maka atom logam akan melepaskan elektron dan atom nonlogam akan menarik elektron tersebut sehingga mencapai kestabilan dengan membentuk ikatan ion. Jadi pada ikatan ion terjadi perpindahan elektron. Lalu apa yang akan terjadi jika atom-atom sesama unsur nonlogam bergabung?

Unsur nonlogam umumnya mempunyai keelektronegatifan yang besar yang artinya akan sulit untuk melepas elektron tetapi mudah menarik elektron. Jika atom-atom yang memiliki keelektronegatifan yang sama besar bergabung (atom-atom antar sesama unsur nonlogam), maka tidak akan terjadi perpindahan elektron.

Karena tidak terjadi perpindahan elektron maka untuk mencapai kestabilannya, elektron-elektron dari kedua atom akan digunakan secara bersama-sama membentuk suatu ikatan kimia yang disebut dengan ikatan kovalen. Jadi dapat disimpulkan bahwa:

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk karena adanya pemakaian bersama pasangan elektron oleh atom-atom antar sesama unsur nonlogam yang berikatan. Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah satu atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron menjadi ion positif khususnya terjadi pada atom nonlogam yang cenderung menerima elektron.

Ikatan kovalen terbentuk diantara dua atom yang sama-sama ingin menangkap elektron. Dua atom unsur nonlogam saling menyumbangkan elektron agar tersedia satu atau lebih pasangan elektron yang dijadikan milik bersama. Artinya, pasangan elektron ditarik oleh inti kedua atom yang berikatan.
Ikatan Kovalen
= Unsur Nonlogam + Unsur Nonlogam

Macam-Macam Ikatan Kovalen

Pada ikatan kovalen dikenal istilah PEI dan PEB. PEI artinya Pasangan Elektron Ikatan yaitu pasangan elektron yang digunakan secara bersama-sama oleh dua atom yang berikatan kovalen. Sedangkan PEB artinya Pasangan Elektron Bebas yaitu pasangan elektron yang tidak digunakan untuk berikatan kovalen.

Dalam kimia, ikatan kovalen dikelompokkan berdasarkan karakteristik tertentu. Pengelompokkan ini ada yang berdasarkan jumlah PEI-nya, berdasarkan sumber PEI-nya dan berdasarkan kepolaran ikatan. Berikut ini akan dijelaskan satu-satu definisi dari masing-masing jenis ikatan kovalen.

Jenis-Jenis Ikatan Kovalen Berdasarkan Jumlah Pasangan Elektron Ikatan

Berdasarkan jumlah PEI-nya, ikatan kovalen dibedakan menjadi tiga yaitu:

a) Ikatan Kovalen Tunggal

Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan yang terbentuk dari penggunaan bersama satu pasang elektron (setiap atom memberikan satu elektron valensi untuk digunakan bersama). Dengan kata lain jumlah PEI=1.

b) Ikatan Kovalen Rangkap Dua

Ikatan kovalen rangkap dua adalah ikatan yang terbentuk dari penggunaan bersama dua pasang elektron (setiap elektron memberikan dua elektron valensi untuk digunakan bersama). Dengan kata lain jumlah PEI=2.

c) Ikatan Kovalen Rangkap Tiga

Ikatan kovalen rangkap tiga adalah ikatan yang terbentuk dari penggunaan bersama tiga pasang elektron (setiap elektron memberikan tiga elektron valensi untuk digunakan bersama). Dengan kata lain jumlah PEI=3.

Jenis-Jenis Ikatan Kovalen Berdasarkan Sumber Pasangan Elektron Ikatan

Berdasarkan sumber PEI-nya, ikatan kovalen dibedakan menjadi dua yaitu:

a) Ikatan Kovalen

ikatan kovalen (yang sedang kita bahas sekarang) adalah ikatan yang terbentuk apabila pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari masing-masing atom yang berikatan dengan kata lain PEI berasal dari dua atom yang berikatan.

b) Ikatan Kovalen Koordinasi

ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang terbentuk apabila pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari salah satu dari dua atom yang berikatan. Dengan kata lain PEI berasal dari salah satu atom yang berikatan.

Jenis-Jenis Ikatan Kovalen Berdasarkan Sifat Kepolaran Ikatan

Berdasarkan sifat kepolarannya, ikatan kovalen dibedakan menjadi dua yaitu:

a) Ikatan Kovalen Polar

ikatan kovalen polar adalah ikatan kovalen yang PEI-nya cenderung tertarik ke salah satu atom yang berikatan sehingga menyebabkan bentuk molekulnya asimetris (tidak proporsioanal).

b) Ikatan Kovalen Nonpolar

Ikatan kovalen nonpolar adalah ikatan kovalen yang PEI-nya tertarik sama kuat ke arah atom-atom yang berikatan sehingga menyebabkan bentuk molekulnya simetris (proporsional).

Proses Pembentukan Ikatan Kovalen

Untuk menggambarkan proses pembentukan ikatan kovalen diperlukan struktur lewis. Jika kalian belum paham mengenai struktur lewis silahkan kalian pelajari artikel tentang pengertian, lambang dan cara menggambarkan struktur lewis. Berikut ini adalah contoh proses pembentukan ikatan kovalen dari senyawa H2 dan H2O berikut ini.

Proses Pembentukan Ikatan Kovalen Pada Senyawa H2

Konfigurasi elektron dari 1H = 1
Atom H akan stabil jika mengikat satu elektron membentuk konfigurasi elektron mirip dengan atom He (2). Satu elektron ini dapat diperoleh dengan cara saling memasangkan elektron dari dua atom H, sehingga dengan menggunakan rumus lewis, pembentukan senyawa H2 digambarkan sebagai berikut:
Proses Pembentukan Ikatan Kovalen Pada Senyawa H2
Pada gambar struktur lewis H2 di atas, setiap atom H memiliki dua elektron valensi (seperti He) yang digunakan secara bersama-sama. Dua elektron valensi ini disebut dengan pasangan elektron ikatan (PEI). Karena molekul H2 sudah mencapai kaidah duplet maka molekul ini sudah stabil.

Proses Pembentukan Ikatan Kovalen Pada Senyawa H2O

Konfigurasi elektron 1H = 1
Konfigurasi elektron 8O = 2, 6
Atom O akan stabil jika mengikat dua elektron membentuk konfigurasi mirip dengan aton Ne (2, 8) sesuai aturan oktet. Sedangkan atom H akan stabil jika mengikat satu elektron membentuk konfigurasi mirip He (2).

Sehingga untuk membentuk ikatan, atom O harus memasangkan dua elektron valensinya kepada dua atom H dan dua atom H memasangkan masing-masing satu elektron valensi terhadap dua elektron O tersebut. Dengan menggunakan struktur lewis, proses pembentukan senyawa H2O digambarkan sebagai berikut:
Proses Pembentukan Ikatan Kovalen Pada Senyawa H2O
Pada gambar struktur lewis H2O di atas, setiap atom H memiliki 2 elektron valensi (seperti He) dan atom O memiliki 8 elektron valensi (seperti Ne). Karena sudah mencapai kaidah oktet-duplet maka senyawa ini sudah stabil. Pada ikatan kovalen ini terdapat dua pasang elektron ikatan (PEI) dan dua pasang elektron bebas (PEB).

lalu bagaimana terbentuknya senyawa O2 dan CO2 seperti pada ilustrasi di awal artikel? Senyawa oksigen dan karbon dioksida merupakan contoh senyawa yang berikatan kovalen rangkap dua. kalian bisa memperlajarinya dalam artikel tentang ikatan kovalen rangkap: pengertian, jenis, proses pembentukan, contoh doal dan pembahasan.

Contoh Senyawa Kovalen

Berikut ini adalah tabel contoh senyawa kovalen beserta jenis dan golongan unsur penyusun senyawa tersebut.
Senyawa Kovalen
Unsur Penyusun
Nonlogam
IA
IVA
VA
VIA
VIIA
O2



√√

Cl2




√√
H2
√√




Br2




√√
F2




√√
I2




√√
N2


√√


H2O



HCl



HF



ClF




√√
IF




√√
ICl




√√
Hbr



HI



SO2



√√

SO3



√√

CH4



C6H6



C2H4



C3H8



NH3



NH4+



CO2



CO



NO



CCl4



PBr3



NBr3



SCl2



P2S3



PCl3



PCl5



HNO2


HNO3


NH4Cl


H2SO4


√√


Sifat-Sifat Senyawa Kovalen

Sifat-sifat atau karakteristik senyawa yang berikatan kovalen adalah sebagai berikut:
  1. Pada suhu kamar umumnya berupa gas (misal H2, O2, N2, Cl2 dan CO2), cair (misal H2O dan HCl) ataupun berupa padatan (I2).
  2. Bentuk padatan senyawa kovalen lunak namun tidak rapuh
  3. Senyawa dengan ikatan kovalen umumnya memiliki titik leleh dan titik didih yang rendah. Titik didih dan titik leleh rendah disebabkan gaya tarik menarik antar molekulnya sangat lemah. Misalkan senyawa air yang memiliki titik didih 100o (relatif rendah), hal ini bukan disebabkan oleh ikatan kovalennya melainkan lemahnya ikatan antar molekul air. Inilah yang menyebabkan air mudah menguap menjadi berwujud gas (uap air). Saat berbentuk uap air, ikatan kovalen antara H dengan O tidak terputus hanya ikatan antar molekulnya yang terputus.
  4. Senyawa kovalen umumnya tidak larut dalam pelarut polar (misalnya air) tetapi larut dalam pelarut nonpolar (organik) seperti minyak tanah, bensin, aseton dan sebagainya.
  5. Senyawa kovalen polar mampu menghantarkan listrik (misalnya larutan HCl) meski dengan kualitas yang buruk, karena dalam larutan senyawa kovalen polar terkandung ion-ion (semu) yang menjadikan larutan bersifat elektrolit lemah.
  6. Senyawa kovalen nonpolar sebagian besar tidak mampu menghantarkan listrik baik padatan, leburan atau larutannya.

Demikianlah artikel tentang definisi ikatan kovalen, jenis-jenis ikatan kovalen, proses pembentukan, contoh serta sifat-sifat senyawa kovalen. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Terimakasih atas kunjungannya dan sampai jumpa di artikel berikutnya.

Post a Comment

Mohon berkomentar secara bijak dengan bahasa yang sopan dan tidak keluar dari topik permasalahan dalam artikel ini. Dan jangan ikut sertakan link promosi dalam bentuk apapun.
Terimakasih.

emo-but-icon

Home item

Materi Terbaru