Loading...

Ikatan Kovalen Koordinasi: Definisi, Proses Pembentukan, Contoh Soal dan Pembahasan

Advertisement
Definisi Ikatan Kovalen Koordinasi
Kita tahu bahwa proses terbentuknya ikatan kimia dapat terjadi dalam dua cara yaitu serah terima elektron dan pemakaian bersama pasangan elektron. Jika ikatan kimia terbentuk melalui serah terima elektron, dimana terjadi perpindahan elektron valensi dari atom yang satu ke atom yang lain maka ikatan ini disebut dengan ikatan ion. Apabila, ikatan kimia terbentuk akibat dari pemakaian bersama pasangan elektron valensi, maka ikatan ini disebut dengan ikatan kovalen.

Dalam ikatan kovalen terjadi penggunaan bersama pasangan elektron valensi untuk mencapai konfigurasi elektron seperti gas mulia sesuai dengan kaidah oktet-duplet, dimana atom-atom yang akan berikatan saling menyerahkan elektron valensinya untuk kemudian digunakan secara bersama-sama. Dengan kata lain pasangan elektron ikatan (PEI) berasal dari masing-masing atom yang berikatan.

Lalu bagaimana jika pasangan elektron yang dipakai bersama hanya berasal dari salah satu atom yang berikatan? Mungkinkah hal ini bisa terjadi? Jawabannya adalah sangat mungkin. Ikatan kimia yang terbentuk dari kondisi tersebut dinamakan ikatan kovalen koordinasi. Dalam kimia, pengertian ikatan kovalen koordinasi atau ikatan kovalen koordinat adalah sebagai berikut:

Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen yang terjadi karena pasangan elektron ikatan (PEI) yang dipakai bersama hanya berasal dari salah satu atom yang berikatan. Dengan kata lain satu atom menyumbangkan elektron valensi sedangkan atom yang lain tidak menyumbangkan elektron.

Karena kita tahu bahwa dalam satu senyawa bisa terdapat lebih dari satu jenis ikatan kovalen, maka untuk membedakan ikatan kovalen koordinasi dengan ikatan kovalen yang lain, ikatan kovalen koordinat diberi simbol atau lambang khusus. Jika biasanya ikatan kovalen dinyatakan dengan garis, maka ikatan kovalen koordinasi dinyatakan dengan anak panah. Perhatikan notasi ikatan kovalen berikut.
A : + B = A : B atau A  B

Tanda () menyatakan sumber pasangan  elektron yang dipakai bersama, yaitu berasal dari A. Dengan demikian ikatan A  B dinamakan ikatan kovalen koordinasi. Ikatan kovalen koordinat dapat terjadi antara suatu atom atau molekul yang memiliki pasangan elektron bebas (PEB) dan sudah mencapai konfigurasi oktet dengan atom atau molekul lain yang membutuhkan dua elektron dan belum mencapai konfigurasi oktet.

Proses Pembentukan Ikatan Kovalen Koordinasi

Sama halnya dengan dua jenis ikatan kovalen lainnya, yaitu ikatan kovalen tunggal dan ikatan kovalen rangkap, untuk memahami proses pembentukan ikatan kovalen koordinasi juga dibutuhkan struktur lewis. Struktur lewis dapat digunakan untuk menggambarkan proses pembentukan ikatan kovalen koordinat, untuk itu perhatikan tiga contoh pembentukan senyawa asam nitrit (HNO2), ion hidronium (H3O+) dan ion amonium (NH4+) yang ketiganya memiliki ikatan kovalen koordinat.

#1 Proses Pembentukan Ikatan Kovalen Koordinasi Senyawa HNO2

Senyawa HNO2 tersusun atas satu atom H dan satu atom N dan dua atom O dengan konfigurasi elektron sebagai berikut:
1H
=
1
(memerlukan 1 elektron untuk mencapai kaidah duplet)
7N
=
2, 5
(memerlukan 3 elektron untuk mencapai kaidah oktet)
8O
=
2, 6
(memerlukan 2 elektron untuk mencapai kaidah oktet)

Untuk mencapai kestabilannya, atom H memerlukan 1 elektron valensi, atom N memerlukan 3 elektron valensi dan atom O memerlukan 2 elektron valensi. Dengan demikian, ikatan yang mungkin terjadi adalah
  1. atom N memasangkan 1 elektron kepada satu atom H dan atom H juga memasangkan 1 elektron valensi kepada N. Atom H sudah duplet, tetapi atom N kurang 2 elektron lagi untuk menjadi stabil (jumlah elektron valensi N = 6)

  1. lalu atom N memasangkan 2 elektron kepada satu atom O dan atom O juga memasangkan 2 elektron kepada atom N. Atom O sudah stabil, begitu juga dengan atom N juga sudah oktet (jumlah elektron valensi N = 8)

  1. akan tetapi, pada senyawa HNO2 terdapat dua atom O yang berikatan sedangkan atom N sudah stabil. Lalu bagaimana caranya atom N mengikat satu atom O lagi agar keduanya sama-sama oktet? Atom N memang sudah stabil, namun atom N masih memiliki 1 pasang elektron bebas (PEB), dimana PEB ini dapat berikatan dengan atom lain dengan membentuk ikatan kovalen koordinat.

Dengan demikian atom N memasangkan dua elektronnya kepada satu atom O yang lain dan atom O tersebu tidak memasangkan elektron valensinya sehingga keduanya sama-sama oktet. Dalam struktur lewis, proses pembentukan senyawa HNO2 digambarkan sebagai berikut:
pengertian atau definisi ikatan kovalen koordinasi, proses pembentukan ikatan kovalen koordinasi, contoh soal ikatan kovalen koordinasi beserta pembahasan, proses pembentukan ikatan kovalen koordinat senyawa asam nitrit HNO2
Dari gambar struktur lewis senyawa HNO2 di atas, terlihat bahwa dalam senyawa asam nitrit tersebut terdapat tiga jenis ikatan kovalen, yaitu ikatan kovalen tuggal antara atom N dengan atom H, ikatan kovalen rangkap dua antara atom N dengan atom O dan ikatan kovalen koordinasi antara atom N dengan atom O satunya.


#2 Proses Pembentukan Ikatan Kovalen Koordinasi Ion H3O+

Ion hidronium, H3O+ terbentuk dari molekul air (H2O) yang mengikat ion hidrogen (H+) melalui reaksi kimia: H2O + H+  H3O+. Dengan menggunakan struktur lewis, maka proses pembentukan ion hidronium tersebut adalah sebagai berikut
pengertian atau definisi ikatan kovalen koordinasi, proses pembentukan ikatan kovalen koordinasi, contoh soal ikatan kovalen koordinasi beserta pembahasan, proses pembentukan ikatan kovalen koordinat senyawa ion hidronium H3O+
Pada molekul H2O, atom oksigen mempunyai dua pasang elektron bebas (PEB). Ion H+ tidak memiliki elektron. Sehingga 1 pasang elektron bebas milik H2O digunakan untuk mengikat ion H+ dan terbentuklah ikatan kovalen koordinat. Selain ikatan kovalen koordinasi, pada senyawa H3O+ juga terbentuk 2 ikatan kovalen tunggal.

#3 Proses Pembentukan Ikatan Kovalen Koordinasi Ion NH4+

NH4+ terbentuk dari molekul NH3 dan ion H+ melalui reaksi kimia: NH3 + H+  NH4+. Jika digambarkan dengan struktur lewis, maka proses pembentukan senyawa amonium (NH4+) adalah sebagai berikut:
pengertian atau definisi ikatan kovalen koordinasi, proses pembentukan ikatan kovalen koordinasi, contoh soal ikatan kovalen koordinasi beserta pembahasan, proses pembentukan ikatan kovalen koordinat senyawa amonium NH4+
Pada molekul NH3, atom N mempunyai 1 pasang elektron bebas. Pasangan elektron tersebut digunakan untuk mengikat ion H+ sehingga terbentuk ikatan kovalen koordinat yang digambarkan sebagai anak panah seperti yang terlihat pada gambar di atas. Selain ikatan kovalen koordinat, pada senyawa NH4+ juga terdapat 3 ikatan kovalen tunggal.

Contoh Soal Ikatan Kovalen Koordinasi dan Pembahasannya

Gambarkan struktur lewis dari senyawa SO3 dan tunjukka bagian mana yang merupakan ikatan kovalen koordinasi!

Penyelesaian
Pada senyawa SO3, atom S mengikat 3 atom O. Konfigurasi elektron dari dua unsur penyusun senyawa tersebut adalah sebagai berikut:
16S
=
2, 8, 6
(memerlukan 2 elektron untuk mencapai kaidah oktet)
8O
=
2, 6
(memerlukan 2 elektron untuk mencapai kaidah oktet)

Untuk mencapai konfigurasi oktet, atom S kekurangan 2 elektron, demikian juga atom O. Salah satu atom O dengan atom S masing-masing memasangkan 2 elektron valensi membentuk ikatan kovalen rangkap dua. Oleh karena S dan O sudah mencapai oktet, maka kedu atom O yang lain menggunakan pasangan elektron dari atom S untuk berikatan membentuk ikatan kovalen koordinasi. Struktur lewis dari senyawa SO3 adalah sebagai berikut:
pengertian atau definisi ikatan kovalen koordinasi, proses pembentukan ikatan kovalen koordinasi, contoh soal ikatan kovalen koordinasi beserta pembahasan, proses pembentukan ikatan kovalen koordinat SO3
Dari gambar struktur lewis senyawa SO3 di atas, maka pada senyawa tersebut terdapat dua jenis ikatan kimia yaitu ikatan kovalen rangkap dua dan ikatan kovalen koordinasi yang berjumlah dua.

Demikianlah artikel tentang pengertian dan proses pembentukan ikatan kovalen koordinasi pada beberapa senyawa atau molekul beserta contoh soal dan pembahasannya. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Terimakasih atas kunjungannya dan sampai jumpa di artikel berikutnya.

Post a Comment

Mohon berkomentar secara bijak dengan bahasa yang sopan dan tidak keluar dari topik permasalahan dalam artikel ini. Dan jangan ikut sertakan link promosi dalam bentuk apapun.
Terimakasih.

emo-but-icon

Home item

Materi Terbaru